Move On
20.11
Dari aku untuk si "Saya"
Andai aku tidak menyesal dengan masa lalu yang pernah terjadi.
Andai aku tidak menyesal dengan masa lalu yang pernah terjadi.
Andai aku bisa membuka mata dan melapangkan segalanya.
Andai aku percaya harapan itu tak pernah tersudutkan oleh kegagalan dan menunggu yang cukup lama.
Andai aku dapat mengubur perasaan pribadi yang kerap kali bergejolak, menjaganya untuk tetap terkubur, tak membiarkannya muncul ke permukaan.
Andai wajah ini hanyalah sebuah topeng yang dapat diganti ekspresinya sesuka hati, tanpa memikirkan perasaan yang ada sebenarnya.
Andai dapat kulalui masa remaja dengan caraku yang enggan mengenal kata cinta. Namun, cinta itu datang sebagai hakikat, bukan berupa masalah yang dapat diselesaikan dengan cara.
Aku yang selalu membuat semua terlihat rumit. Andai saja semua itu mudah, mungkin bodoh dan ceroboh bukan bagian dari diriku.
Tapi, Tuhan akan memarahiku jika aku terus berandai-andai. Tuhan tak suka itu.
Aku akan berhenti berandai-andai, mungkin. Mungkin jika tanganku ini lelah menuliskan keluh dan kesah. Tuhan, buat aku lelah. Buat aku sadar. Buat aku menangis dan meminta maaf atas kekufuran yang aku lakukan selama ini.
Sampai kapan pun, aku hanya hamba yang selalu salah. Sulit berubah, rentan, dan mudah rapuh. Maka lindungilan aku.
Jika cinta memang datang sebagai hakikat, buat aku agar dapat menjalaninya dengan indah.
Lalu hati kecilku berkata " Tuhan selalu memberimu kesempatan untuk bahagia, sayangnya dirimulah yang dibutakan oleh egois. Bahagia tak selalu untuk apa yang kamu inginkan."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ya, itu hanya sepenggal tulisan saya yang menggambarkan suasana hati si "aku". Si "aku" itu drama banget ya :v.
Dari saya untuk si "aku".
Seseorang pernah bilang gini.
Dari saya untuk si "aku".
Seseorang pernah bilang gini.
"Sering bilang susah move on. Emang, karna otak kita selalu lebih mikirin cara buat move on nya, tapi setengah hati gerakkannya. Gak pernah kasih waktu buat berpikir luang. Padahal move on gak harus melupakannya, tapi berhenti memberikan sebagian hati padanya."
Fualaa.. Bener banget. Kata "Move On" udah terkontaminasi oleh melupakan, kebencian, dan dendam. Padahal Move On itu artinya pindah, berpindah, ya cari ajalah di google. Harusnya sih bisa membuat kita lebih baik. Bukannya malah menambah masalah dan menjadikan kita seseorang yang pendendam. Ini menyadarkan saya dengan apa yang si "aku" alami.
Cinta, terkadang membuat seseorang lupa akan dirinya yang sebenarnya. You can never understand why people do stupid things for love. Tapi jangan sampai diri kamu dikendalikan oleh pikiranmu yang udah dikendalikan juga oleh cinta. Ribet?
Intinya gini : Cinta > pikiran kamu > diri kamu.
Yang jelas, pikiran yang seenaknya dan tidak didasari perhitungan. Tolong bedakan antara cinta dan nafsu atau ambisi. Harusnya, cinta memuat kita lebih dewasa. Lebih tau mana yang pantas kita cintai, dan seberapa jauh cinta itu kita berikan.
Intinya gini : Cinta > pikiran kamu > diri kamu.
Yang jelas, pikiran yang seenaknya dan tidak didasari perhitungan. Tolong bedakan antara cinta dan nafsu atau ambisi. Harusnya, cinta memuat kita lebih dewasa. Lebih tau mana yang pantas kita cintai, dan seberapa jauh cinta itu kita berikan.
Bahkan disaat orang yang kita cintai membuat kita kecewa, kalau kita berpikir jernih, kita harusnya gak akan kecewa karna udah ngasih cinta sama orang itu. Mencintai itu gak salah, kebaikan itu selalu mendapat balasan yang baik juga.
Orang yang kita suka, belum tentu suka sama kita. Jadi kata move on disini bukan berarti kita harus melupakan orang itu, membencinya, bahkan menyimpan dendam padanya. Tapi melupakan perasaan pribadi kita padanya, membenci pikiran-pikiran yang menekan kita untuk berambisi, dan menyimpan dendam untuk membuktikan rasa terimakasih atas cinta yang membuat kita lebih sadar dan dewasa.
2 komentar
Sugoiiiiiiiiiiiiiinaaaaaaa............
BalasHapusampe terisak bacanya ^^
Dari hati sih yut :'D
BalasHapus