Seperti berlari di padang rumput yang luas seluas-luasnya.
Entah ini apa, tapi perasaanku ini cukup dideskripsikan dengan senyuman, semua
orang akan tau. Tertawa lepaaaaas.. saat detik-detik yang aku rasakan membuat
hidup ini terasa mudah. Berlari sekencang kuda lalu terbang tinggi seperti elang
biasanya terbang. Rumahmu hanya seujung jari dari atas sini. Jika itu nyata,
begitu mudah menghancurkannya dengan satu tiupan angin dari mulutku. Aku tak
ingin bicara, hanya ingin tertawa dan berputar-putar. Sendirian? Tidak! Aku
bersama angin, awan dan rerumputan. Lalu menjatuhkan diri dari langit, dan
padang rumput menyambut tubuhku dengan hangat. Matahari bersinar begitu terik.
Tapi panasnya tak seberapa yang aku rasa. Hari ini indah, meskipun ia telah
berubah. Entah ini apa, tapi aku merasa bebas..
Tiba-tiba jutaan atau bahkan miliaran butir air di udara
datang jauh dari atas sana. Semua jatuh dan basahi tubuhku. Kakiku melompat
menuju genangan air dicekungan tanah. Percikan.. percikan.. percikan.. Kemudian
hujan berhenti, tapi butir air di udara belum puas membuatku bahagia. Prisma
air memantulkan sinar matahari. Terbiaskan warna-warna indah membuat sebuah lengkungan. Satu genangan air terakhir aku
lompati, lalu tubuhku terpental jauh ke angkasa. Seperti melompat diatas
trampoline. Aku terpental lalu mendarat di lengkungan indah ini yang mereka
sebut pelangi. Lengkungan ini begitu licin, aku tergelincir lalu meluncur. Aku
ingin tau berujung dimanakah sebuah pelangi? Akankah menuju surga, atau menuju
lautan ice cream baskin robbins ? Aku bernyanyi sepanjang
perjalanan meluncur ini.
Tapi apa yang ada di depan mataku? Aku tak percaya. Pelangi
yang indah ini membawaku pada dirimu dari belakang. Aku tak mau menarik kesimpulan,
sebaiknya aku berpura-pura tak melihatmu. Lalu pergi dengan sejuta rasa ingin
tau. Pelangi telah pudar, aku tak tau
jalan pulang. Aku terjebak dibelakangmu. Dan kau tetap saja diam disana. Seketika
kau berbalik, lalu kami saling menatap, tapi kami tak bicara. Aku telah berniat
melupakanmu, menjauh dari semua kenyataan bahwa aku senang bertemu denganmu.
Tapi terlambat, pelangi tak lagi muncul. Aku ingin kembali pada kebebasan di
padang rumput. Tapi angin berbisik, saatnya aku mulai mengakui aku menyukainya.
Ketika kulihat padang rumput dimatanya, terkadang ia tak
memperlihatkan itu padaku. Saat aku mencoba membagi sedikit rerumputan dan
embun untuknya, ia hanya diam. Ia diam karna sepertinya wanita yang ia sukai
bukan seperti padang rumput liar yang aku miliki.
Aku hanya menjadi padang rumputku sendiri. Jika ia tak
menyukainya, yasudah.
Lalalalala.. aku ingin melupakannya.. lalalala.. aku akan
menunggu pelangi datang lalu aku bisa pulang. Aku merindukan padang rumput
liarku, ialah kebebasan. Aku tak ingin menunjukkan rasa suka padanya yang hanya
diam, tak memberikan tanda apapun. lalalala.. itu nyanyian dari hati.
(bukan tentang saya, cuma yang kebayang setelah denger lagu yg lagi didengerin barusan kepengen aja nulis kaya gini. teing gatau ini maksudnya apa :v)