Lalalala.. aku hanya padang rumput liar

03.12

Seperti berlari di padang rumput yang luas seluas-luasnya. Entah ini apa, tapi perasaanku ini cukup dideskripsikan dengan senyuman, semua orang akan tau. Tertawa lepaaaaas.. saat detik-detik yang aku rasakan membuat hidup ini terasa mudah. Berlari sekencang kuda lalu terbang tinggi seperti elang biasanya terbang. Rumahmu hanya seujung jari dari atas sini. Jika itu nyata, begitu mudah menghancurkannya dengan satu tiupan angin dari mulutku. Aku tak ingin bicara, hanya ingin tertawa dan berputar-putar. Sendirian? Tidak! Aku bersama angin, awan dan rerumputan. Lalu menjatuhkan diri dari langit, dan padang rumput menyambut tubuhku dengan hangat. Matahari bersinar begitu terik. Tapi panasnya tak seberapa yang aku rasa. Hari ini indah, meskipun ia telah berubah. Entah ini apa, tapi aku merasa bebas..

Tiba-tiba jutaan atau bahkan miliaran butir air di udara datang jauh dari atas sana. Semua jatuh dan basahi tubuhku. Kakiku melompat menuju genangan air dicekungan tanah. Percikan.. percikan.. percikan.. Kemudian hujan berhenti, tapi butir air di udara belum puas membuatku bahagia. Prisma air memantulkan sinar matahari. Terbiaskan warna-warna indah membuat sebuah  lengkungan. Satu genangan air terakhir aku lompati, lalu tubuhku terpental jauh ke angkasa. Seperti melompat diatas trampoline. Aku terpental lalu mendarat di lengkungan indah ini yang mereka sebut pelangi. Lengkungan ini begitu licin, aku tergelincir lalu meluncur. Aku ingin tau berujung dimanakah sebuah pelangi? Akankah menuju surga, atau menuju lautan ice cream baskin robbins ? Aku bernyanyi sepanjang perjalanan meluncur ini.

Tapi apa yang ada di depan mataku? Aku tak percaya. Pelangi yang indah ini membawaku pada dirimu dari belakang. Aku tak mau menarik kesimpulan, sebaiknya aku berpura-pura tak melihatmu. Lalu pergi dengan sejuta rasa ingin tau.  Pelangi telah pudar, aku tak tau jalan pulang. Aku terjebak dibelakangmu. Dan kau tetap saja diam disana. Seketika kau berbalik, lalu kami saling menatap, tapi kami tak bicara. Aku telah berniat melupakanmu, menjauh dari semua kenyataan bahwa aku senang bertemu denganmu. Tapi terlambat, pelangi tak lagi muncul. Aku ingin kembali pada kebebasan di padang rumput. Tapi angin berbisik, saatnya aku mulai mengakui aku menyukainya.

Ketika kulihat padang rumput dimatanya, terkadang ia tak memperlihatkan itu padaku. Saat aku mencoba membagi sedikit rerumputan dan embun untuknya, ia hanya diam. Ia diam karna sepertinya wanita yang ia sukai bukan seperti padang rumput liar yang aku miliki.

Aku hanya menjadi padang rumputku sendiri. Jika ia tak menyukainya, yasudah.
Lalalalala.. aku ingin melupakannya.. lalalala.. aku akan menunggu pelangi datang lalu aku bisa pulang. Aku merindukan padang rumput liarku, ialah kebebasan. Aku tak ingin menunjukkan rasa suka padanya yang hanya diam, tak memberikan tanda apapun. lalalala.. itu nyanyian dari hati.

(bukan tentang saya, cuma yang kebayang setelah denger lagu yg lagi didengerin barusan kepengen aja nulis kaya gini. teing gatau ini maksudnya apa :v)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.