Ke Dermaga.
20.02Bandung, 29 Januari 2016
Tepat 6 bulan sudah berlalu..
Dunia bakalan terus berubah, terus menerus berubah.. keadaan, lingkungan, bahkan usia juga ikut berubah. Gak ada yang tetap, bahkan atom, hal terkecil yang saya tau pun juga berubah.
Haha.. gatau kenapa rasanyaaa........................................................................ kangen. Saya tau menyukai seseorang itu jangan berlebihan, apalagi udah 6 bulan berlalu masih aja baper. Apalagi cuma secret admirer yang sama sekali ga pernah menjalin hubungan selayaknya dua orang yang saling suka. Apalagi.. dunia kita udah semakin berbeda. Sejak awal dunia kita emang beda, ga pernah punya pikiran buat menyatukan keberbedaan itu. Saya adalah saya, dia adalah dia, kita saling kenal sebatas teman. Obrolan kamu adalah obrolan antar teman. Sapaan kamu adalah sapaan seorang teman. Dan hal lainnya, semua dicover oleh "kamu hanyalah teman, kita cuma teman." Entah kenapa bagi saya itu ga masalah, selama semua itu tetep ada. Selama obrolan dan sapaan yang cuma temen itu masih ada. I quite enjoyed it :)
Tapi dunia bakalan terus berubah.. dia hanyalah bagian dari perjalanan hidup saya. Saya hanyalah bagian dari perjalanan hidupnya. Sesederhana itukah yang saya pikirkan? Enggaklah, saya juga manusia biasa yang punya ego, sama halnya kaya sekarang. Ego itu menjelma jadi kangen yang berlebihan. Bener-bener kangen. Saya gak menuntut biar bisa ketemu dia sekarang, besok, atau lusa buat nebus rasa kangen. Tapi sisi ego saya adalah saya berharap disana.. dia masih sama kaya dulu. Cowo dingin yang kurang respek sama cewe. Seenggaknya itu bikin saya tenang, yang sebenarnya malah bikin saya makin egois lagi.
Satu kutipan bijak yang paling pas sama kondisi ini. Tere liye,
“Apakah cinta sejati itu? Maka jawabannya, dalam kasus kau ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya...Aku tahu kau akan protes, bagaimana mungkin? Kita bilang cinta itu sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbalik yang tidak pernah dipahami oleh pecinta. Mereka tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya.”
― Rindu
Melepaskannya, perjalanan saya dan perjalanannya masih panjang. Dulu, kita pernah satu pemberhentian di dermaga yang sama. Kita melewati hidup di dermaga itu dengan saling mengenal sebagai teman. Kemudian berpisah untuk berlayar lagi entah kemana. Akankah suatu saat bertemu lagi di sebuah dermaha lain ? Kemudian berpisah lagi ? Bahkan dengan ego saya yang tinggi pun ga akan sanggup bayangin apa yang bakalan terjadi nantinya. Haha, bapernya kelewatan. Kayanya kita akhiri aja catatan ini.
Selamat jalan dermaga, kapalnya telah berlayar sejak 6 bulan yang lalu. Tak tau kemana..
Pun kapalku, mau tak mau harus berlayar juga. Sesekali saja aku kembali ke dermaga ini, sesekali saja saat rindu butuh pulang pada masa lalu. Sesekali saja.. Sesekali saja..
0 komentar