Cinta dalam Game

20.09


Orang-orang mendaki gunung, tak sabar ingin sampai di puncaknya. Tapi setelah menginjakkan kakinya di puncak, mereka hanya berjalan-jalan sebentar, kemudian turun lagi ke permukaan.

Apakah seorang laki-laki harus seperti itu pada hati seorang perempuan? Setelah mendapatkan hatinya, ia pergi begitu saja.

Aku tak ingin menjadi wanita diatas puncak. Aku ingin menjadi wanita yang hatinya ada di dalam game. Mungkin terdengar seperti wanita rendah yang rela dipermainkan. Apa yang kamu tau tentang “permainan?” Apa kamu pernah mencoba sebuah ‘permainan? Baik pria maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa, pasti suka dengan permainan. Karna, permainan itu tantangan yang menyenangkan. Cinta itu indah, permainan itu menyenangkan, bukankah menggabungkan keduanya akan lebih menakjubkan? Tapi mengapa saat permainan dikaitkan dengan cinta menjadi buruk maknanya.

Orang-orang berkata, “cinta itu bukan main-main! Harus serius.. serius.. dan serius..!”. Memangnya saat kita bermain game, kita tidak serius? Jika tidak serius, maka konsekuensinya kita akan kalah kan? Setelah kalah, keinginan untuk menang semakin tinggi, kemudian kita terus mencoba hingga menang.

Kembali lagi pada hatiku yang ada dalam game. Hatiku ditempatkan bukan pada level 10, melainkan pada level 1. Seorang pemain yang telah mendapatkannya, akan mempertahankannya dan membawanya pada level-level selanjutnya hingga Tuhan menghendaki untuk game over (akhir hayat).

Begitulah.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.