Untuk Dikenang (mungkin)

03.22

Sebelum waktu yang masih jadi rahasia itu tiba.

Bandung, tepatnya saat seseorang dengan gerombolan nakalnya lewat begitu saja dihadapanku. Dia tertawa bersama teman-teman. Memang selalu begitu. Terkadang deskripsi tentangku terlibat jadi sebab tawa mereka. Dengan tubuh mungil yang 178 derajat berbanding terbalik dengan mereka, aku hanya ikut tertawa saja, meski tawa ini akan segera berakhir beberapa masa lagi. Hanya menyumbang tawa tak penting ini, aku cukup puas. Adakah tawa itu memberi kesan? Membekas? Atau lekas terpupus waktu seiring laju masing-masing. Seperti yang dituturkan lagu Endah and Rhesa.. Untuk Dikenang. Seperti liriknya,

"tulisan dariku ini mencoba mengabadikan, mungkin akan kau lupakan atau untuk dikenang.."

Adakah suatu hari, kita bahagia dengan dunia yang terpisah. Bahagia dengan orang-orang yang tak lagi sama. Bahagia dengan langit yang disana indah atau mungkin disini mendung.

Sebelum detik merenggut tawa kita, mungkin satu atau dua kata harusku persiapkan. Sebagai isyarat kita tak lagi bisa berada dalam satu ruangan. Karna bumi ini luas, kita harus arungi tiap jengkalnya. Kita tahu berdiam diri bukanlah tujuan. Karna bumi ini luas, terlalu banyak jalan yang harus ditemui, ya, banyak sekali. Karna bumi ini luas, hanya oleh keberpihakan takdirlah barangkali kita melangkah pada jalan yang sama, jika tidak, maka bagaimana pun akan terpisah. Kita semua terlahir dengan 48 kromosom, bukan berarti kita akan sama dan terus bersama. Aku tak mau mengambil kesimpulan bahwa kita saling menjatuhkan hati. Aku tidak... tidak mau tahu sesuatu yang terlalu besar pengharapannya dengan jaminan yang samar-samar.

Biarkan kita saling bisu, biarkan itu untuk nanti saja. Hati yang lebih tau arah, kemana ia harus pergi. Jika hati memang berpihak, semoga takdir Tuhan juga berpihak.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yaaaa...... Saya gak bisa ngerangkai kata. Bahkan catatan ini mungkin masih tidak beraturan. Saya menulis ini sambil nyanyi, dan denger lagu. Pikiran saya terbagi antara harus menulis, mendengarkan lagu, memikirkan apa yang harus ditulis, dan mulut saya terlalu asik bernyanyi.

" Yang dari hati akan sampai juga ke hati " kata salah seorang penulis lagu sih gitu. Tapi yang saya tulis bukan syair yang mudah diingat atau indah dinyanyikan. Mungkin yang saya tulis hanya pemikiran sesaat efek lagu yang lagi saya dengarkan. Bahkan kata-katanya masih bercampur antara yang baku dan gak baku.

Tulisan ini bukan untuk dia baca. Karna beberapa bulan lagi, mungkin catatan ini akan tertimbun oleh judul-judul catatan lain yang akan saya tulis lagi. Semoga tetap tersimpan.

                                                                                             Untuk Dikenang. Mungkin.



You Might Also Like

2 komentar

  1. Kena yah...

    Mngkin crita ny agak sma...
    Dan itulah yg bkin ngena...

    BalasHapus
  2. kena apa yut? maaf ga sengaja. :v

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.