2 detik saja.
03.38
Saya bukan salah satu dari 3 besar ranking paralel disekolah. Atau dalam lingkup satu kelas pun saya bukan salah satu dari 8 besar terbaik. Mungkin dulu saya pernah menjadi nomer 2, tapi saya rasa itu hanya anugrah, bukan atas prestasi saya yang pas-pasan ini. Saya pernah menggilai salah satu bidang studi saintek, tapi disemester terakhir kemarin, saya dikalahkan 68 pesaing lainnya. Saya seorang pemalas yang jika hujan turun, saya malah bernyanyi. Bukannya berusaha mencari tempat yang teduh. Saya sadar itu tindakan yang salah. Tapi sesekali saja saya ingin merasakan 2 detik menjadi seorang Bill Gates. Apakah harus saya mulai dengan membaca buku setiap malam? Mengikuti bimbingan belajar? Atau keduanya?
3.097 Orang telah mengguncang dada saya hingga berdebar kencang. Ini bukan tentang jatuh cinta, tapi ini adalah rasa yang mungkin sedang dirasa pula oleh mereka. Saya, tidak kecewa dengan hasil apapun (mungkin). Saya tidak pernah menghabiskan 6 jam untuk membaca atau mengikuti bimbingan belajar sepulang sekolah. Sekali lagi saya tau saya salah, juga patut untuk dipersalahkan jika jam dinding dan buku pelajaran dapat bicara. Tapi setidaknya, saya mencoba berkata sesuai apa yang saya tau. Sesuai apa yang saya bisa lakukan. Tidak terlalu tertarik mengadu nasib pada secarik kertas yang banyak orang perbincangkan.
Apapun yang menjadi kenyataan, itu adalah pilihan. Atas kelakuan nakal yang enggan berusaha lebih giat ini, saya panjatkan do'a agar Tuhan membukakan pintu langit. Pintu yang Iya berikan pula pada 3.096 orang lainnya. Tapi jika tidak seperti apa yang saya pikirkan, maka lapangkanlah dan berikan pintu terbaik untuk menjadi Bill Gates 2 detik saja dikemudian hari,
2 detik saja hingga saya terpacu untuk menjadi seseorang yang pintar. Pintar mengendalikan diri dan menjadi manusia unggul. Pintar mengendalikan waktu dan menjadi manusia yang bersyukur. Tapi matikanlah rasa itu ketika saya hendak bersujud. Jadikan saya manusia terbodoh dan termiskin ketika saya hendak bersimpuh. Agar saya terus meminta, terus berserah, dan terus berusaha mendekatkan.
0 komentar