Titik

05.53

Tempatku perpijak, diatara jejeran sepeda motor ini aku bernyanyi dalam hati. Memandang setiap kendaraan yang hilir mudik dibalik gerbang sekolah. Saat ini aku temukan sore senja yang indah untuk melamunkan ambisi terpendam. Peluk aku dan biarkan tubuhku dihujani tawa, aku merindukan segenggam kebahagiaan saja. Imajinasiku sudah hampir punah dibinasakan keegoisan. Aku masih saja berharap indah, tapi Tuhan masih membiarkan ambisi itu terhempas jauh. 



Bersambung.. (mungkin)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.