Titik 2
07.44
Ambisi itu serupa dengan
egois yang berperangai ramah. Dosaku selama ini karna
aku melupakan lapang dada. Disanalah aku harus mengalah pada kenyataan.
Mengambil cuti dari rasa kecewa. Mengingat bahwa tak semua keinginan harus terlaksana.
“Hy, apa kabar?” Kata-kata pertama yang
kuucapkan dalam hati saat pertama kali lagi melihatnya. Rasa yang masih sama. Tak sedikitpun
berkurang atau bertambah. Masih saja seperti ini dan akan terus seperti ini.
“Hy..” ingin sekali aku menyapanya. Tapi
tidak, tidak untuk hari ini. Pertahankan saja diriku yang selalu seolah tak meihatnya.
Waktu itu, aku masih bisa melihat wajahnya. Melihat dia dengan seragam dan
senyumnan yang belum berubah. Jantungku masih tetap berdebar setiap kali ia
tersenyum. Meskipun senyumannya ditujukan untuk orang lain.
Kita bediri dengan jarak hanya beberapa
inci. Kita berdiri masih dalam satu langit seluas sekolah. Kita berdiri masih
dalam satu pijakankan bumi berjarak dekat. Bagaimana dengan besok? Nanti? Dan
seterusnya? Akankah kita tetap seperti ini? Tidak.. tentu tidak..
Aku tak tau, itu hanya prediksiku saja.
Perpisahan yang diresmikan sekolah. Jika
benar akan disaksikan pasir di pantai,
maka kakiku akan menyimpan seluruh kerinduan dalam setiap langkahnya.
Meninggalkan jejak kecil di tepi pantai. Meski itu akan mudah terhapus ombak,
tapi tidak dengan semua kenangannya. Biar saja pasir yang menyimpannya, meski
ia tersapu menuju laut, kerinduan itu akan tetap ada bersamanya.
Bumi itu selalu menyimpan sejuta keunikan.
Ada pasir pantai yang selalu membekaskan sebuah jejak jika diinjak, tapi selalu
ada ombak yang ingin menghapusnya. Entah itu jejak yang buruk maupun indah,
sapuan ombak hanya meninggalkan sebuah kenangan.
Betapa berharga setiap detiknya sebuah
jejak, karna kita tak tau kapan ombak datang dan menghapusnya. Biarkan.
Biarkan ombak dan pasir
memainkan perannya masing-masing. Aku saja masih tak tau harus bagaimana setelah ini. Ingin membunuh setiap rindu yang tiba-tiba muncul dengan beringas, tapi masih belum tau bagaimana cara melakukannya.
Malam ini bukan rindu,
malam ini aku sedang cuti.
6 komentar
brrr, ngeriiiii..
BalasHapusNice Post :))
Ngeri ? :v yg nulisnya seorang secret admirer, makanya ngerii..
HapusHaha makasih aldi.
Hee...pasir pun terpaksa selalu menjadi saksi bisu nee?
BalasHapusHaaay yui cepet-cepet masuk stan ya? biar nepatin janji. :v
HapusKalau dikomen ga usah bwa2 nma Yui...
HapusItu cma OC buat ff sya...
Iyaaa amin...smoga...tp bkan it alasan utama sy msk STAN (=_=)
Titanium vs ceramic flat iron
BalasHapusI bought a cheap one with a flat titanium 3d printer iron titanium iphone case for sale 2017 ford focus titanium from my friend at a local grocery titanium build store in the Rating: titanium trimmer as seen on tv 3.9 · 9 reviews